Minggu, 15 November 2015

Alun-alun Kota Malang



Setiap Kota besar tentu nya memiliki alun-alun kota masing-masing, dengan keunikan nya tersendiri.
sekarang saya akan bahas alun-alun yang berada di Kota Malang.




sehari menjelang diresmikannya Alun-alun Kota Malang oleh Walikota Abah Anton pada Rabu (17/06) petang besok, kesiapan taman kota di Jl. Merdeka itu terlihat semakin matang. Di area taman yang masih tertutup dengan pagar seng bergelombang tersebut, tidak banyak lagi pekerja yang beraktivitas. Beberapa pekerja proyek tersebut bahkan terlihat bersendau gurau. Menandakan tidak ada lagi pekerjaan krusial yang harus diselesaikan.

Kursi Alun alun KotaJustru yang terlihat menonjol adalah beberapa petugas DKP Kota Malang yang tersebar di beberapa sudut. Ada yang mencoba menyalakan lampu-lampu taman, ada yang hilir mudik dengan gerobak sampahnya, bahkan beberapa diantara mereka terlihat memeriksa kran penyiram rumput. Pasukan kebersihan berseragam hijau tersebut ditugaskan untuk memastikan bahwa taman legendaris tersebut memang benar-benar siap untuk menyamput perhelatan besok.
Pantauan media ini di lapangan, secara umum face-of wajah Alun-alun Kota yang dikerjakan sejak pertengahan Januari lalu itu tidak terlalu banyak mereposisi titik-titik penting taman yang dibiaya dari dana CSR BRI itu. Kolam bundar plus air mancur tetap sebagai titik sentralnya, dengan bench batu alam melingkar di sisi-sisi area tersebut. Termasuk keempat akses masuk taman di masing-masing sisi tetap di pertahankan. Di kanan-kiri jalan berpaving selebar 6 m tersebut malah dilengkapi dengan beberapa kursi taman bergaya klasik. Makin menambah kesan sebagai taman yang terbuka dan bersahabat.

Kios Kuno Alun alunJuga beberapa ikon penting yang memang sejak awal dipertahankan karena nilai historikalnya. Seperti pohon-pohon Jati besar nan tua, kios kuno di keempat sudut taman tersebut, juga ratusan merpati dengan beberapa menara kandangnya yang makin terlihat cantik.
Perubahan mencolok terlihat pada beranda depan dan akses utama yang sebelumnya terletak di bagian Timur atau menghadap bagian belakang Kantor Kabupaten Malang. Kini teras utama tersebut direposisi ke sisi utara yang menghadap Kantor Pajak dan Gedung BI yang memang merupakan bangunan haritage. Apalagi pada bagian tersebut telah ada jembatan penyeberangan setinggi 6 meter yang menghubungkan dua kawasan bersejarah itu.
Beberapa fasilitas baru terlihat makin melengkapi destinasi wisata keluarga ini. Selain wahana permainan anak dan area lesehan komunitas di bagian Barat, fasilitas penggemar skateboard juga tersedia di bagian Timur. Tracking berpaving di tempat inipun terasa lbih nyaman, karena ketinggiannya tidak lagi berlevel seperti dulu.
Air mancur alun alunPuluhan lampu taman dan tempat duduk santai juga tersebar di hampir semua area taman berbudged 5,9 miliar ini. Dapat dibayangkan suasananya saat malam. Perpaduan antara permainan air mancur dan lampu hias tentu sangat menarik. Apalagi konon air mancur yang didatangkan secara khusus dari Singapore itu juga dilengkapi dengan musik ber-sound canggih. Sehingga kemudian disebut dengan air mancur menari.
So, penasaran dan ingin melihat kinyis-kinyisnya kemegahan Alun-alun Kota Malang? Datang saja pada peresmiannya besok petang! Sekalian dilanjutkan dengan tarawih malam ramadhan pertama di Masjid Jami’ yang bersebelahan dengan taman legendaris tersebut. Pasti akan menjadi pengalaman menyambut ramadhan yang paling mengesankan!






































Kamis, 05 November 2015

Tari Saman (Saman Dance) - Kosentra Group

Rabu, 04 November 2015

Gempa Tektonik di Yogyajarta 27 Mei 2006

                          GEMPA BUMI TEKTONIK BANTUL (YOGYAKARTA) 27 MEI 2006


Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan terjadi gempa bumi, hal ini disebabkan karena wilayah Indonesia yang terletak di jalur pegunungan pasifik(ring of fire). Selain itu juga karena wilayah Indonesia yang terletak diantara 3 lempeng tektonik, yaitu lempeng Eurasia, lempeng Pasifik, dan lempeng Indo-Australia, yang selalu bergerak dan saling bertumbukan setiap saat.
Gempa bumi sendiri merupakan suatu proses pelepasan energi secara mendadak dari dalam bumi berupa getaran atau goncangan yang berlangsung sesaat dan kemudian menyebar ke segala arah.Gempa bumi dapat terjadi kapan saja, tidak tergantung pada musim tertentu. Gempa bumi juga merupakan salah satu bencana alam yang tidak bisa  di prediksikan kapan terjadinya.
Gempa bumi yang biasa terjadi dapat disebabkan oleh beberapa hal. Berdasarkan penyebabnya tersebut gempa bumi dapat dibedakan menjadi 3, yaitu :
1.      Gempa Bumi Tektonik
Yaitu gempa bumi yang terjadi karena adanya aktifitas tenaga tektonik, yaitu proses pergerakan lempeng bumi.
2.      Gempa Bumi Vulkanik
Yaitu gempa bumi yang terjadi akibat adanya aktifitas vulakanik dari gunung api. Aktifitas vulakanik adalah proses keluarnya magma dari dalam bumi. Keluarnya magma tersebut dikarenakan adanya tekanan yang kuat dari dalam bumi sehingga mengakibatkan getaran.
3.      Gempa Bumi Runtuhan
Yaitu gempa bumi yang disebabkan oleh runtuhnya atap-atap gua daerah karst ataupun di wilayah pertambangan.
4.      Gempa Bumi Buatan
Adalah gempa bumi yang terjadi akibat adanya aktifitas manusia, seperti peledakan dinamit ataupun nuklir.

Sebenarnya proses terjadinya gempa bumi vulkanik dan tektonik itu sama. Naiknya magma dari dalam bumi juga disebabkan oleh pergeseran lempeng yang sifatnya konvergen (mendekat). Hanya saja efek getaran yang ditimbulkan lebih karena desakan magma, sementara gempa tektonik efek yang getaran yang ditimbulkan langsung dari tumbukan antara dua lempeng.
Berdasarkan bentuk epicentrumnya, gempa bumi dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:
v  Gempa linier
Bentuk episentrum gempa jenis ini yaitu berbentuk garis. Gempa tektonik umumnya termasuk jenis gempa linear, sebab “patahan” sudah tentu merupakan suatu garis.
v  Gempa sentral
Bentuk episentrum jenis gempa ini yaitu berupa titik. Jenis gempa yang termasuk dalam gempa sentral yaiu gempa vulkanik.

Sementara berdasarkan kedalamannya, gempa bumi dapat dibedakan menjadi 3, yaitu:
v  Gempa bumi dalam
Gempa bumi ini berada pada kedalaman lebih dari 300 kilometer di bawah permukaan bumi. Gempa bumi dalam pada umumnya tidak terlalu berbahaya, karena jaraknya yang sangat jauh dari permukaan bumi.
v  Gempa bumi menengah
Gempa ini berada pada kedalaman antara 60 – 300 kilometer km di bawah permukaan bumi.gempa bumi menengah pada umumnya menimbulkan kerusakan ringan dan getarannya lebih terasa.
v  Gempa bumi dangkal
Gempa ini berada pada kedalaman kurang dari 60 kilometer km dari permukaan bumi. Gempa bumi ini biasanya menimbulkan kerusakan yang besar. Karena jaraknya yang sangat dekat dengan permukaan bumi sehingga getaran yang terjadi akan cepat merambat ke permukaan bumi dengan kekuatan yang masih cukup kuat.
Sedangkan berdasarkan letak episentrumnya gempa dapat dibedakan atas:
v  Gempa lautan
Yaitu gempa yang empisentrumnya berada di laut. Gempa lautan umumnya tidak menimbulkan kerusakan yang terlalu parah di daratan.
v  Gempa daratan
Yaitu gempa yang episentrumnya berada di daratan. Gempa ini dapat menimbulkan kerusakan yang cukup parah di daratan.
Gempa yang terjadi di Idonesia rata-rata episentrumnya berada di lautan, sehingga kerusakan yang ditimbulkan tidak terlalu parah. Namun sebenarnya gempa dengan episentrum dilautan itu menyimpan bahaya yang lebih besar, karena dapat memicu terjadinya tsunami.
Gempa Bumi Yogyakarta (Bantul)
Pada 27 Mei 2006, sabtu pagi pukul  5.53 WIB terjadi gempa bumi yang mengguncang daerah Bantul dan sekitarnya dengan kekuatan 6.2 skala ritcher, selama 57 detik. Gempa ini terjadi dalam tempo waktu yang kurang dari semenit, namun dampak yang ditimbulkan  sangatlah dahsyat. Lokasi gempa berada di koordinat 8,007° LS dan 110,286° BT pada kedalaman 17,1 km. Sedangkan posisi episenter  gempa terletak di koordinat 8,26° LS dan 110,31° BT  pada kedalaman 33 km. Secara umum posisi gempa berada sekitar 25 km selatan-barat daya Yogyakarta, 115 km selatan Semarang, 145 km selatan-tenggara Pekalongan dan 440 km timur-tenggara Jakarta. Walaupun hiposenter gempa berada di laut, tetapi tidak mengakibatkan tsunami. Gempa juga dapat dirasakan di Solo, Semarang, Purworejo, Kebumen dan Banyumas. Getaran juga sempat dirasakan sejumlah kota di provinsi Jawa Timur seperti Ngawi, Madiun, Kediri, Trenggalek, Magetan, Pacitan, Blitar dan Surabaya.
Berdasarkan jenisnya, Gempa yang terjadi di Bantul merupakan gempa bumi tektonik yaitu gempa yang disebabkan karena pergerakan lempeng tektonik. Lempeng yang berperan dalam terjadinya gempa ini adalah lempeng pasifik dan Australia. Berdasarkan pada kedalaman episentrumnya yang berada pada kedalaman 33 KM, yang berjarak kurang dari 35 km dari Yogyakarta persis di bibir pantai, menunjukkan bahwa gempa utama pada 27 Mei 2006 adalah gempa yang tergolong dalam gempa bumi dangkal, sehingga efek getarannya pun sangat dahsyat. Sedangkan berdasar pada letak episentrumnya gempa ini tergolong gempa lautan.
Dalam gempa bumi yang terjadi di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya ini, ada beberapa sesar yang berperan dalam meningkatkan daya rusak gempa yang terjadi, namun yang paling dominan adalah sesar Opak. Disekitar opak ada beberapa sesar, yang juga turut meningkatkan daya rusak gempa, yang mungkin berhubungan langsung dengan sesar Opak, atau sebagai efek tidak langsung karena menerima energi dari Sesar Opak. Ada beberapa isu tentang proses tektonik sesar Opak yang menjadi penyebab terjadinya gempa di Jogjakarta dan sekitarnya. Patahan Opak ini adalah patahan yang paling mencolok karena morfologi serta topografi yang membatasi perbukitan Karst Wonosari dengan Yogyakarta yang berada pada daerah dataran rendah. Walaupun tidak dijumpai bidang patahannya, namun Sesar Opak yang di perkirakan menjadi penyebab terjadinya gempa tersebut.
Selain sesar Opak, ada sesar lain yang ditengarai menyebabkan efek gempa hingga sampai didaerah timur Yogyakarta, yaitu sesar Dengkeng, Sesar Dengkeng berada di sebelah utara dari perbukitan Wonosari yang memiliki arah Barat-Timur.
Dampak Yang di Timbulkan
Besarnya skala gempa yang terjadi menyebabkan banyak kerugian. Gempa Bantul merupakan salah satu bencana alam yang memakan korban besar setelah peristiwa Stunami di Meulaboh. Selain itu jumlah total kerusakan dan kerugian karena gempa ini diperkirakan senilai US$ 3,1 miliar (CGI, 2006). Yang terkena dampak paling parah adalah rumah-rumah, sehingga menyumbangkan lebih dari setengah dari total  jumlah kerugian dan kerusakan.  Diperkirakan 154.000 rumah hancur total dan 260.000 rumah mengalami beberapa kerusakan.  Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah total gabungan dari rumah-rumah yang perlu direkonstruksi dan diperbaiki di daerah-daerah di Indonesia yang terkena bencana tsunami 26 Desember 2004 dan gempa Nias 28 Maret 2005. Selain itu gempa ini juga memakan korban jiwa yang sangat banyak 5.176 orang meninggal dan antara 37.000 sampai dengan 50.000 orang terluka.Daerah yang mengalami dampak paling parah adalah Kabupaten Bantul di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dimana 47.000 rumah hancur, dan Kabupaten Klaten di Provinsi Jawa Tengah, dimana 66.000 rumah hancur.
Pendapat Penulis
Menurut saya, berdasarkan penjelasan diatas, gempa bantul memang merupakan gempa bumi tektonik yang terjadi akibat adanya pergerakan lempeng yang saling bertumbukan, yaitu antara lempeng  Pasifik dengan lempeng Indo-Australia. Gempa di bantul juga merupakan salah satu gempa bumi dengan kekuatan goncangan yang cukup kuat, getarannya dapat dirasakan tidak hanya di wilayah Yogyakarta saja. Untuk menangguangi bencana gempa diperlukan respon yang cepat dari pihak pihak yang berwajib sehingga para korban bencana dapat segera mendapat bantuan.

Tsunami Nanggroe Aceh Darussalam 26 Desember 2004

                      TRAGEDI TSUNAMI NANGGROE ACEH DARUSSALAM








Peristiwa yang sangat memilukan terjadi di bumi serambi Mekkah Aceh. Gempa bumi dan Tsunami Aceh pada hari Minggu pagi, 26 Desember 2004. Kurang lebih 500.000 nyawa melayang dalam sekejab di seluruh tepian dunia yang berbatasan langsung dengan samudra Hindia. Di daerah Aceh merupakan korban jiwa terbesar di dunia dan ribuan banguan hancur lebur, ribuan pula mayat hilang dan tidak di temukan dan ribuan pula mayat yang di kuburkan secara masal.



Gempa terjadi pada waktu tepatnya jam 7:58:53 WIB. Pusat gempa terletak pada bujur 3.316° N 95.854° E kurang lebih 160 km sebelah barat Aceh sedalam 10 kilometer. Gempa ini berkekuatan 9,3 menurut skala Richter dan dengan ini merupakan gempa Bumi terdahsyat dalam kurun waktu 40 tahun terakhir ini yang menghantam Aceh, Pantai Barat Semenanjung Malaysia, Thailand, Pantai Timur India, Sri Lanka, bahkan sampai Pantai Timur Afrika.



Kepanikan ini terjadi dalam durasi yang tercatat paling lama dalam sejarah kegempaan bumi, yaitu sekitar 500-600 detik (sekitar 10 menit). Beberapa pakar gempa mengatakan menganalogikan kekuatan gempa ini, mampu membuat seluruh bola Bumi bergetar dengan amplitude getaran diatas 1 cm. Gempa yang berpusat di tengah samudera Indonesia ini, juga memicu beberapa gempa bumi diberbagai tempat didunia.




Gempa yang mengakibatkan tsunami menyebabkan sekitar 230.000 orang tewas di 8 negara. Ombak tsunami setinggi 9 meter. Bencana ini merupakan kematian terbesar sepanjang sejarah. Indonesia, Sri Lanka, India, dan Thailand merupakan negara dengan jumlah kematian terbesar.

Kekuatan gempa pada awalnya dilaporkan mencapai magnitude 9.0. Pada Februari 2005 dilaporkan gempa berkekuatan magnitude 9.3. Meskipun Pacific Tsunami Warning Center telah menyetujui angka tersebut. Namun, United States Geological Survey menetapkan magnitude 9.2. atau bila menggunakan satuan seismik momen (Mw) sebesar 9.3.



Kecepatan rupture diperkirakan sebesar 2.5km/detik ke arah antara utara - barat laut dengan panjang antara 1200 hingga 1300 km. Menurut Koordinator Bantuan Darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jan Egeland, jumlah korban tewas akibat badai tsunami di 13 negara (hingga minggu 2/1/2005) mencapai 127.672 orang.

Namun jumlah korban tewas di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Afrika Timur yang sebenarnya tidak akan pernah bisa diketahui, diperkirakan sedikitnya 150.000 orang. PBB memperkirakan sebagian besar dari korban tewas tambahan berada di Indonesia. Pasalnya, sebagian besar bantuan kemanusiaan terhambat masuk karena masih banyak daerah yang terisolir.





Sementara itu data jumlah korban tewas di propinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara menurut Departemen Sosial RI (11/1/2005) adalah 105.262 orang. Sedangkan menurut kantor berita Reuters, jumlah korban Tsunami diperkirakan sebanyak 168.183 jiwa dengan korban paling banyak diderita Indonesia, 115.229 (per Minggu 16/1/2005). Sedangkan total luka-luka sebanyak 124.057 orang, diperkirakan 100.000 diantaranya dialami rakyat Aceh.



Menurut U.S. Geological Survey korban tewas mencapai 283.100, 14.000 orang hilang dan 1,126,900 kehilangan tempat tinggal. Menurut PBB, korban 229.826 orang hilang dan 186.983 tewas. Tsunami Samudra Hindia menjadi gempa dan Tsunami terburuk 10 tahun terakhir.



Di Indonesia, gempa dan tsunami menelan lebih dari 126.000 korban jiwa. Puluhan gedung hancur oleh gempa utama, terutama di Meulaboh dan Banda Aceh di ujung Sumatera. Di Banda Aceh, sekitar 50% dari semua bangunan rusak terkena tsunami. Tetapi, kebanyakan korban disebabkan oleh tsunami yang menghantam pantai barat Aceh.



Pemerintahan daerah Aceh lumpuh total, saat terjadi gempa bumi dan Tsunami Aceh, kebetulan di Jakarta sendiri sedang di adakan acara Halal Bi Halal masyarakat Aceh pasca menyambut lebaran Idul Fitri. Gempa Bumi yang terjadi pada jam 08:00 WIB dengan 9 Skala Richter Pada tanggal 26 Desember 2004, gempa Bumi dahsyat di Samudra Hindia, lepas pantai barat Aceh. Tepat jam 09:00 WIB satu persatu masyarakat Aceh yang hadir di Istora Jakarta panik karena hubungan telepon seluler ke Aceh putus total, mata mereka pada berkaca-kaca.
Wakil Presiden Jusuf Kalla yang hadir mengatakan,” Aceh dalam musibah besar, saya baru dapat kabar terjadi gempa bumi di Aceh, banyak bangunan rusak semoga tidak lebih parah dari gempa papua sebesar 6,4 SR.”
Kita ketahui beberapa saat menjelang gempa bumi di Aceh telah terjadi gempa bumi pada 26 November 2004, Gempa sebesar 6,4 SR mengguncang Nabire, Papua tercatat 30 orang tewas.


Gempa Bumi Sumatera Barat

Gempa Bumi di Sumatera Barat
Budi Sunandar

PADANG - Gempa bumi berkekuatan 7,6 Skala Richter (SR), di Sumatera Barat, pada 30 September 2009, merupakan bencana besar yang tidak akan terlupakan. Berbagai kenangan yang menyayat hati mengenai peristiwa itu masih berbekas hingga kini.

Gempa yang meluluhlantakan ranah minang, itu terjadi pada pukul 17.16 WIB, dilepas pantai Sumatera, sekitar 50 Km barat laut Kota Padang. Sebanyak 1.128 orang dinyatakan tewas dalam peristiwa itu.

Seluruh korban jiwa terdapat di tiga kota, dan empat kabupaten, di Sumbar. Ribuan rumah warga mengalami rusak berat, sedang, dan ringan. Saat itu, situasi sangat memperihatinkan.

Lima tahun telah berlalu, masyarakat Sumbar, telah bangkit dari keterpurukan. Berjuta harapan pun kembali dibangun. Kendati syok akibat peristiwa itu terus membekas dalam ingatan. Kehidupan harus terus berjalan.

Sadar dengan kenangan pahit warganya, Pemerintah Kota (Pemkot) Padang mengambil inisiatif mendirikan tugu dan museum gempa, pada 30 September 2010, di Jalan Bundo Kanduang, Kota Padang. Di tugu ini, kenangan pahit masyarakat dikubur. Terdapat sebanyak 1.128 nama korban jiwa akibat gempa 7,6 SR yang diukir di monumen ini.

Tak jarang, setiap tahunnya, monumen ini didatangi oleh keluarga korban gempa. Termasuk kalangan jurnalis di Sumbar yang datang ke lokasi ini guna mengenang keluarga, rekan, dan saudara mereka yang meninggal akibat peristiwa tersebut.

Begitu juga di museum gempa, sebanyak 50 ribu foto disimpan di dalam museum gempa ini yang menggambarkan betapa dahsyatnya bencana alam yang menimpa ranah minang kala itu.

Monumen ini selain untuk membangun tradisi tulisan, juga meninggalkan catatan fakta sejarah, kala semua bangunan sudah direhab atau diganti, ketika musim berubah dan jalan pikiran beralih dari monumen tersebut.

Melalui tugu dan monumen itu, diharapkan para generasi yang akan datang dapat melihat semangat masyarakat Sumbar untuk bangkit dari keterpurukan pasca gempa.

Meletus Gunung Kelud Kediri Jawa Timur 19 Mei 1919

          Gunung Kelud (Kediri Jawa Timur), meletus 19 Mei 1919. Korban 5.115 orang.



Letusan tahun 1919 merupakan bencana terbesar yang dihasilkan oleh
aktivitas gunung Kelut pada abad ke 20, yang mengakibatkan sekitar 5160 orang meninggal. Letusan terjadi pada  tengah malam antara tanggal 19 dan 20 Mei 1919 yang ditandai dengan suara dentuman amat keras bahkan terdengar sampai di Kalimantan.
Hujan  abu menyebar akibat tiupan angin terutama ke arah timur. Di Bali hujan abu terjadi pada tanggal 21 Mei 1919. Dari perhitungan endapan abu dapat ditaksir bahwa sekitar 284 juta m3 abu terlemparkan, jumlah ini setara dengan sekitar  100 juta m3 batuan andesit. Secara keseluruhan diperkirakan 190 juta m3material telah keluar dari perut gunung Kelud.

Tsunami Ende, Flores-Nusa Tenggara Timur 12 Desember 1992

Tsunami Ende, Flores-Nusa Tenggara Timur, 12 Disember 1992. Korban 2100 orang

Gempa bumi berkekuatan 7,8 Mw terjadi pada di lepas pantai utara bagian timur Pulau Flores, Indonesia, jam 05:29 GMT (13:29 waktu setempat) pada tanggal 12 Desember 1992. Getaran ini juga dirasakan di pulau Bali, 700 km ke barat. Gempa ini juga memicu serangkaian tsunami, yang sampai di pantai Flores hanya dua menit setelah gempa pertama, dan mencapai setiap bagian dari pantai utara
dalam waktu lima menit. Pusat gempa berada terletak sekitar 35 km barat laut Maumere, yang merupakan kota terbesar di pulau Flores. Patahan yang diakibatkan gempa terbentang antara pusat gempa di dekat Tanjung Batumanuk dan Tanjung Bunga, di ujung timur laut pulau. Panjang sesar adalah sekitar 110 km, dan lebar adalah sekitar 35 km. Lebih dari 1.000 gempa susulan yang direkam oleh tim survei lapangan dari Jepang selama periode panjang minggu dari 30 Desember-5 Januari. Pantai di sebelah barat Tanjung Batumanak itu terangkat, dengan pergeseran antara dari 5 -. 1.1m Subsidence terjadi di sisi timur, mencapai 1.6m di desa Kolisia (terletak 25 km barat laut Maumere)
Secara total gampir 2.000 orang meninggal dan 18.000 rumah rusak akibat tsunami. Hal yang menarik dari kejadian di Pulau Babi  ini adalah korban tewas berjenis kelamin perempuan hamper dua kali lipat dari yang berjenis kelamin laki-laki